Text

Sunday, February 22, 2009

ingin Jadi pengrloLa PerPus deNGAn ModaL dikit???

Sunday, February 22, 2009
Menjadi pengelola perpustakaan atau kepala perpustakaan tidaklah mudah, dibutuhkan kemampuan manajemen yang handal untuk dapat mengelola perpustakaan dengan baik. Sebagai pengelola kita harus tahu dengan pasti apakah sistem yang diteapkan berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur. Selain kita harus mengontrol sistem kita juga harus mengontrol keuangan. Masalah keuangan merupakan permasalahan yang cukup vital, tentunya dibutuhkan pengelolaan yang baik pada bagian keuangan ini.

Untuk perpustakaan kecil seperti sekolah atau mungkin di sebagian Perguruan Tinggi (PT) memiliki anggaran yang minim juga untuk pengadaan buku-buku perpustakaan. Sementara kebutuhan pemakai perpustakaan terhadap buku sangat beragam dan bervariasi. Bagaimana caranya agar dana yang minim tersebut dapat memenuhi kebutuhan para pengguna perpustakaan? Berikut ini akan saya bagikan pengalaman saya dalam mengatur pengadaan buku dengan dana yang terbatas.
Perpustakaan sekolah atau PT biasanya mendapat anggaran pengadaan buku minimal dalam satu tahun sekali. Untuk itu perlu disiasati dengan membagi dana yang kita peroleh kelam beberapa kelompok. Misalnya Tahun Ajaran 2007/2008 perpustakaan memperoleh dana sebesar Rp. 4.000.000,-. Dana tersebut kita bagi rata menjadi 4 kelompok dimana masing-masing kelompok terdari dari Rp. 1.000.000,-. Setelah itu kita buat rencana pengadaan buku, jika kita memiliki empat kelompok dana maka pengadaan buku dapat kita lakukan 4 kali dalam 1 Tahun Ajaran. Tentunya hal ini akan memberikan kesan kepada pengguna bahwa perpustakaan setiap 3 bulan sekali memiliki buku baru.
Dengan metode diatas dapat dipastikan bahwa perpustakaan dapat melakukan pengadaan buku-kuku secara berkala sehingga buku yang tersedia selalu up to date.
pengen tau semua??!!…

desain PErpus in Your HomE

Jaman sekarang tidak sedikit orang yang memilih bekerja di rumah. Alasannya macam-macam. Jenis pekerjaannya memang memungkinkan seseorang bekerja di rumah. Seorang konsultan, dokter, penulis atau mungkin arsitek adalah beberapa contoh di antaranya.
Tetapi pilihan bekerja di rumah dapat sangat demanding, terutama fasilitas yang diperlukan bisa tidak sedikit, tetapi ruang yang tersedia sangat terbatas. Anda mungkin membutuhkan ruang baca, ruang konsultasi di samping ruang kerja Anda sendiri. Sementara itu Anda harus berbagi dengan kebutuhan rumah lainnya.

Belum lagi, Anda yang bekerja di rumah mungkin punya segudang buku hasil koleksi Anda bertahun-tahun. Mengapa buku-buku Anda tidak menjadi bagian dari interior “kantor” atau ruang kerja Anda di rumah? Buku-buku yang ditata sebagai bagian interior, sekaligus perpustakaan pribadi, mungkin saja akan meningkatkan gairah kerja Anda, sekaligus memudahkan Anda untuk mencari referensi.

Di ruang kerja sekaligus perpustakaan dan ruang baca itu, Anda juga dapat menerima tamu atau kolega. Anda untuk urusan yang lumayan serius. Diskusi di ruang kerja dapat menjadi alternatif dari pada di ruang tamu.

Maka fungsi ruang kerja di rumah benar-benar harus multi-fungsi, Bayangkan saja ruang itu berfungsi sebagai: perpustakaan, ruang kerja, ruang meeting/diskusi/konsultasi dan ruang baca. Secara keseluruhan, desain ruang itu beserta koleksi buku Anda pun menjadi portofolio dari wawasan yang Anda miliki.

Contoh layout ruang kerja serbaguna itu saya tampilkan di bawah ini.

ruangkerja.jpg

Pada denah di atas kelihatan berbagai fungsi ditata dengan harmonis. di sudut kiri bawah ada sofa untuk membaca buku plus lampu baca. Di bagian tengah, ada meja kecil untuk diskusi atau konsultasi. Sebagian dinding dipakai untuk rak buku (sisi atas dan kanan). Dan sebuah meja kerja di sisi kiri. Lingkaran merah di tengah menunjukkan corak motif karpet yang dapat dijadikan pilihan

Sementara itu rak buku pun dapat ditata sebagai interior yang unik. Lihat contoh di bawah.

perpustakaan.jpg

Contoh rak buku di atas, memperlihatkan beberapa fungsi sekaligus, sisi paling kiri dipakai untuk display buku-buku unggulan Anda, atau yang sedang Anda baca. Bagian itu dapat juga dimodifikasi untuk display sovenir kesayangan, foto atau portfolio Anda. Di bagian kiri bawahnya ada laci untuk menyimpan kertas atau alat kerja. Sedang sisi sebelah kanan untuk koleksi CD atau VCD kesayangan Anda.

Kalau ruangan Anda sempit perhatikanlah komposisi warna dari furniture Anda. Warna yang sangat berbeda-beda antara meja, kursi atau rak, dapat menimbulkan kesan berantakan. Apalagi kalau corak atau langgamnya berbeda-beda. Membuat seluruh furniture sekaligus adalah jalan keluar yang terbaik, agar tukang finishing dapat membuat kombinasi warna yang tepat.
pengen tau semua??!!…

about perpus KIta (M3M)


Tau gag sih.... Man 3 Malang ato nama kerennya m3m ntuh menang lomba perpus tingkat nasional lhoh,,, usut punya usut awalnya ntu perpus ditunjuk ama pemerintah jatim buat ngewakilin ke nasional. Dengan terpilihnya perpustakaan MAN 3 mewakili Jawa Timur, tentunya perpustakaan MAN 3 punya fasilitas yang lebih baik daripada "hanya" sekedar sebagai tempat menampung jendela pengetahuan alias buku, Memang benar menempati bangunan yang lebih representatif (dulu perpustakaan sempat pindah-pindah gedung), perpustakaan MAN 3 mempunyai beragam koleksi selain berbagai buku dengan bermacam kategori (pelajaran, literatur ensiklopedi, majalah, koran, novel fiksi, agama dll), perpus juga punya koleksi VCD-VCD dengan berbagai judul dan materi, dan juga perpustakaan punya ruangan yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas audio-visual (mirip di multimedia room dengan menggunakan LCD proyektor, VCD, ataupun menggunakan media televisi), dan akses internet 24 jam, sehingga tak ayal perpustakaan MAN 3 selalu melayani siswa yang haus akan ilmu pengetahuan melalui berbagai koleksinya.

Perpustakaan MAN 3 juga menyediakan fasilitas digital library, dengan adanya digital library siswa bisa mengakses informasi dari perpustakaan, Namun akses ke digilib hanya melalui intranet (jaringan didalam MAN 3), untuk akses ke internet masih dalam tahap pengembangan. Adanya digilib tersebut siswa akan dimudahkan untuk melihat informasi apapun yang ada di perpus seperti info buku yang sedang dipinjam, katalog buku, koleksi terbaru serta berbagai informasi lainnya. Sehingga fasilitas digital library ini melengkapi fasilitas intranet information system yang sudah dilaunchuing beberapa bulan yang lalu.

Para juri sempat kagum atas Perpustakaan MAN 3, terutama atas fasilitas intranet information systemnya, meski hanya intranet namun fasilitas ini sangat bagus, yang cukup untuk memfasilitasi kebutuhan siswa akan modul pembelajaran. Selain perpustakaan juri juga sempat melihat-lihat area lain MAN 3 Malang seperti BK room, Ruang kelas, UKS room, Kantin, Kebun Toga, dan Green House. Mereka sempat juga merekam keadaan fasilitas itu, dimana mereka memberi apresiasi tersendiri atas fasilitas itu.

Harapan kami tentunya perpustakaan MAN 3 sebagai tonggak berkembangnya ilmu pengetahuan dapat meraih hasil yang memuaskan semua pihak. Dan tentunya keberhasilan ini terjadi berkat kerjasama semua pihak mulai Diknas Kota Malang, Perpustakaan Kota Malang, serta civitas akademis MAN 3
pengen tau semua??!!…

ArTI PErpUsTakaaN


Masih banyak diantara kita yang masih awam tentang apa arti perpustakaan sebenarnya.Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.

Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.

Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
pengen tau semua??!!…

AboUt PerPusNas


Tentunya banyak dari kita yang belum tau tentang program perpusnas. Sampai saat ini apa ya program yang udah dilakukan oleh perpusnas yang bisa memajuka negara kita tercinta ini. Kegiatan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) sampai pada tahun 2008 telah menyerahkan bantuan stimulus berupa hibah mobil perpustakaan keliling (MPK) sebanyak 270 unit, yang telah diserahkan ke seluruh Badan/Kantor Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Itu berarti Perpustakaan Keliling sudah mengelilingi nusantara, karena bantuan MPK sudah menyebar dari Sabang sampai Merauke. Demikian disampaikan Kepala Perpusnas Dady P. Rachmananta dalam acara serah terima MPK kepada 56 kabupaten/kota, Jumat (6/2) di ruang teater Perpusnas Salemba Jakarta.

Hadir dalam kesempatan itu para penerima MPK beserta koleksinya, diantaranya Bupati Sampang Madura Fadhilah Budiono, Wakil Bupati Limapuluh Kota Sumatera Barat Irfendi Arbi, dan Wakil Bupati Jepara Ali Irfan Mukhtar serta beberapa Kepala Badan/Kantor Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sementara Kepala Perpusnas yang didampingi Sekretaris Utama Perpusnas Hj. Sri Sularsih, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan H. Supriyanto, dan Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Hj. Liliek Sulistyowati mengatakan Perpusnas melalui program-program senantiasa berusaha menjalin kerja sama dan koordinasi yang sinergis diharapkan terjadi kesinambungan program antara pusat dan daerah, sehingga upaya mengembangkan perpustakaan sebagai sarana meningkatkan kualitas hidup masyarakat dapat terwujud.

Dady mengatakan Perpusnas sejak tahun 2003 menggalakkan kembali program bantuan MPK beserta koleksinya sebagai upaya untuk memenuhi ketersediaan bahan bacaan bagi masyarakat sampai ke pedesaan. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan pasal 22 ayat 5 yang berbunyi: Pemerintah provinsi dan atau kabupaten/kota melaksanakan layanan perpustakaan keliling bagi daerah yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan menetap. Kendati belum merata untuk seluruh provinsi kabupaten/kota, ujar Dady, namun diharapkan program stimulasi ini dapat memacu jajaran pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk menindaklanjuti dan melakukan program serupa sehingga dapat mempercepat tumbuhnya budaya baca masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan informasi yang berguna untuk menambah pengetahuan, kemampuan serta meningkatkan kualitas hidupnya. “Pada kesempatan ini, Perpusnas akan menyerahkan bantuan MPK sejumlah 56 unit disertai koleksi buku sebanyak 1.132 eksemplar. Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan dukungan atas aspresiasi dan kerja sama yang baik pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam upaya memajukan SDM di lingkungannya melalui berbagai jenis perpustakaan,” ungkapnya.

Kepala Perpusnas juga menghimbau kepada pemerintah daerah untuk dapat terus meningkatkan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan bahan-bahan bacaan, serta memperbanyak MPK melalui berbagai sumber pendanaan, baik pemerintah, swasta ataupun masyarakat lainnya. “Apabila semua unsur masyarakat menyadari perlunya perpustakaan dan bahan-bahan bacaan dalam meningkatkan kualitas SDM, diharapkan cita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang belajar, cerdas, maju, dan sejahtera dapat segera terwujud,” katanya.

Sementara Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Ofy Sofiana selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan penetapan penerima MPK didasarkan pada persyaratan antara lain: (1) Surat permintaan Gubernur, Bupati/Walikota atau Sekretaris Daerah, dan mendapat rekomendasi Perpustakaan Provinsi; (2) Status kelembagaan perpustakaan sudah jelas dan telah memiliki gedung sendiri dan SDM yang sudah siap; (3) Tersedianya biaya operasional baik untuk perpustakaan dan pengadaan buku maupun untuk perpustakaan keliling; (4) Partisipasi aktif Kepala Perpustakaan dalam kegiatan-kegiatan perpustakaan dan pengembangan minat baca; (5) Usul yang diterima lebih awal, menjadi pertimbangan ; dan (6) Pertimbangan daerah tertinggal, terpencil, dan daerah perbatasan. Ofy juga mengatakan 56 daerah yang menerima bantuan MPK dan koleksinya diharapkan segera mengoperasionalkan atau melayankannya kepada masyarakat serta memeliharanya dengan baik, agar selalu dapat dilayankan dalam upaya mendorong kebiasaan membaca masyarakat di daerah masing-masing.

Sementara Bupati Sampang Fadhilah Budiono dalam kesempatan memberi sambutan mewakili seluruh penerima bantuan MPK mengatakan sangat berterima kasih kepada Perpusnas yang telah memberikan bantuan stimulan kepada kabupaten Sampang khususnya, dan kabupaten/kota lainnya, semoga perpustakaan keliling ini dapat mengejar ketertinggalan masyarakat memperoleh informasi dan bahan bacaan lainnya. “Saya sudah menginstruksikan jajaran saya di kabupaten untuk terus memperhatikan perpustakaan dan gemar membaca masyarakat, termasuk mengoperasionalkan MPK ini, dan juga memasukkan program perpustakaan sebagai program prioritas pengembangan SDM di Sampang,” ujarnya.
pengen tau semua??!!…
 
Assalamu'alaikum . . . © 2008. Design by Pocket